If you are navigating a relationship with your first hijaber partner, consider these pillars:
Topik sosial yang paling berat adalah stigma. Entah kenapa, di sebagian lingkungan, jika seorang hijabers berpacaran, mata masyarakat menjadi lebih tajam. "Kok hijab tapi pacaran?" atau "Hati-hati, jangan sampai 'kebablasan'," demikian omongan orang. Kekasih hijabersku pertama mengajarku untuk tidak peduli pada suara-suara itu, tapi juga tidak melanggar batas agar suara itu tidak menjadi kenyataan. Ia adalah sosok yang ingin hubungan kita berujung ke pelaminan, bukan sekadar status. Di sini, laki-laki dituntut untuk serius. Tidak ada ruang untuk main-main , karena ia mempertaruhkan nama baiknya dan kepercayaan keluarganya. If you are navigating a relationship with your