Mika teringat bagaimana ia selalu menilai karya hanya dari decak kagum orang lain. Ia menutup mata dan memikirkan karya favoritnya — puisi pendek tentang hujan yang pernah mengharukan seorang guru. Tanpa ragu, Mika memasukkan salinan puisinya ke dalam kotak. Kayu itu meresap kata-kata, bergetar, dan terbuka lagi. Dari dalamnya muncul gulungan kertas berwarna abu-abu: bukan karya seni, melainkan ingatan yang terlupakan.
Engaging with fans through specialized channels for more direct communication. What’s Next for Mika? talent mika galeri nakal